Sabtu, 21 November 2015

Museum Zoologi

Baru kali ini aku begitu memerhatikan benda-benda dalam museum. Dan rasanya, wow, amazing! Takjub, mengetahui benda tersebut ada puluhan tahun sebelumnya dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran badan manusia. Yak, aku ingin cerita tentang isi Museum Zoologi Kebun Raya Bogor.



Paus Biru
Blue While
Woooow, fosil paus yang dipajang di museum besaaar sekali. Setelah aku baca keterangannya, ternyata hewan ini ditemukan mati terdampar di tepi pantai. Dengan panjang (lupa) dan berat 119 kg. Makanannya plankon kecil. Amazing bukan? Di situ juga ditampilkan foto jadul bagaimana beberapa orang gotong royong menyeret bangkai paus raksasa itu.

Reptil
Aslinya aku geli sama hewan-hewan melata begini. Apalagi ular. Bergidik baru dengernya juga. Tapi, kali ini aku perhatikan betul kulit, bulu, dan keterangannya. Aku jadi tau ternyata ada ular yang berbisa ada juga yang tidak. Aku mencoba mengenali mana saja ular yang harus diwaspadai. Di antara ular berbisa itu adalah ular kobra, ular sendok, ular apa lagi, ya? Aduh, lupa. Tapi, aku ingat-ingat warna dan ukurannya. Nah, racun ular juga mempunyai efek berbeda pada setiap korban. Ada yang membuat jaringan darah beku, ada yang mematikan saraf, ada bisa ular yang menyebabkan kebutaan sementara, bahkan ada juga yang menyebabkan kematian.
Selain ular, hewan reptil lain juga bisa ditemui. Buaya, biawak, dll.


Kerangka Ular

Unggas
Waaah, yang ini juga membuatku takjub. Bagaimana Allah begitu indah menciptakan satu jenis hewan dengan berbagai macam paruh, cakar, bulu yang berbeda. Apalagi ukurannya yang besarnya lebih besar dari tubuh manusia. Atau yang imut-imut. Dari burung yang bermanfaat atau burung perusak. Aneka unggas terpampang di kaca museum dengan indah.
Aneka ikan. Fosil dan jaringan ikan juga ada semua, lho di sini.
Telur Burung Kasuari

Serangga
Wah ini lebih keren lagi. Mulai dari serangga yang beraneka bentuk dan warna, sampai ke kupu-kupu yang sungguh cantik memesona. Pokoknya keren.
Hewan hutan. Hewan ternak. Dan lain-lain.

Ada juga fosil dinasaurus. Kereeen. Aku jadi inget film dinosaurus yang pernah aku tonton. Wow, ternyata hewan besar nan aneh itu emang bener-bener ada di zaman baheula. Aku perhatikan bentuk tulang, gigi, tanduk, dan kakinya. Its amazing, gaes.


Tebak, kerangka hewan apakah ini?
Wah, pokoknya seru banget deh buat yang penasaran sama hewan-hewan. Hewan di Indonesia jumlahnya ada banyaaak. Ribuan lebih. Maaf, aku nggak bisa menyebutkan angkanya. Karena emang aku nggak begitu suka mengingat angka-angka. Yang jelas, aku jadi tau, nama hewan yang belum pernah aku temui, aku tau makanannya, habitatnya, dan apakah ia hewan perusak atau tidak.

Untuk detailnya dateng aja ke sana, ya. Pokoknya keren. Oya, hewan yang ada di museum, adalah hewan asli yang diawetkan dan juga replika yang dipajang di dalam kaca.

Pertumbuhan Embrio
Jadwal Buka Museum Zoologi

Udah, ya. Gitu aja. Aku ngantuk. Selamat berkenalan dengan fauna di sekitar kita.

Wisata Kebun Raya Bogor

Weekend enaknya dimanfaatin buat kumpul keluarga. Bisa makan-makan atau jalan-jalan. Contohnya, bisa ngajak keluarga piknik di Kebun Raya Bogor. Karena selain piknik, kita juga bisa mengeksplor fasilitas yang ada di dalamnya. Btw, ada apa aja, sih, di KRB?

Namanya kebun ya sudah pasti banyak aneka tanaman, ya. Di KRB kita bisa melihat koleksi tanaman. Dari bibit, pohon-pohonnya, bahkan toko penjualan bibit tanaman pun tersedia. Tanaman di KRB buanyaaak banget. Ada yang besar-besar juga kecil. Ya namanya aja kebun Raya, ya. Yang pasti luas banget. Nah, tempat luas ini bisa dimanfaatin buat gelar tiker bareng keluarga. Duduk santai dengan sahabat. Atau banyak juga lho yang dimanfaatkan untuk pramuka.

Selain kebun, di sana juga ada Museum Zoologi. Museum yang berisi aneka satwa di Indonesia. Ada reptil, unggas, serangga, dll. Cocok banget buat yang penasaran sama fauna di Indonesia yang mulai langka bahkan sudah punah.

Istana presiden. Nah, kalau yang ini kita hanya bisa menikmatinya dari luar pagar. Istana presiden memiliki halaman yang luas dan dihuni banyak rusa. Kita bisa piknik dengan memberi makan rusa-rusa itu sambil memandang istana dari kejauhan. 

Bangunan-bangunan bersejarah. Yap. Saya perhatikan, bangunan-bangunan di KRB memang masih model lama. Alias model Belanda. Masih sisa-sisa penjajahan dulu. Hanya bagian tertentunya saja diperbaiki dan masih memiliki ciri khas bangunan ala Belanda.
Selain itu, kita juga bisa jalan-jalan ke kolam, jembatan gantung, laboratorium, dll. Musholla, kantin/kafe, toilet pun tersedia. 

Oya, buat yang enggan jalan kaki, di KRB juga menyewakan mobil wisata, lho. Untuk dewasa harga tiket per orang Rp. 15.000 dan untuk anak usia 1 sampai 5 tahun harga tiketnya Rp.10.000

Nah, gimana? Masih penasaran ada apa aja di sana? Langsung datang aja, ya. Dengan Rp. 15.000 kita udah bisa masuk and berselancar di KRB. Oya, ini petanya. Biar nggak tersesat di jalan. 

Harga Tiket Masuk Kebun Raya Bogor

Hai, buat kamu yang mau piknik ke Kebun Raya Bogor, ada baiknya search dulu harga tiket and fasilitas yang ada di sana.

Kali ini, aku mau ngasih info harg tiket masuk ke Kebun Raya Bogor.

Untuk tiket domestik alias lokal, per orangnya Rp. 15.000
Kalau manca negara tiap orang Rp. 26.000
Nah, kalau masuknya pakai mobil Rp. 30.000
Sepeda motor Rp. 5000
Sepeda Rp. 5000

Harga ini aku ambil waktu aku ke sana hari ini, 21 November 2015.

 Oke, gitu aja. Selamat piknik, ya. Mau tau apa aja yang ada di sana? Intip, yuk ke sini

Kamis, 12 November 2015

Tentang Saya

Saya Dewi Mafita Sari. Biasa dipanggil V. Blogger dari Bekasi. Suka corat-coret dan jeprat-jepret. Selain mengajar, saya juga menulis dan mempunyai usaha di bidang seni.

Saya bisa dihubungi di:
Email: dewimafitasari@gmail.com
Facebook: Dewi Mafita Sari
Instagram : v_wedding_art
Pin :7DCD0E33



Minggu, 04 Oktober 2015

Tempat Piknik Favoritku

Aku termasuk orang yang males banget keluar rumah. Apalagi untuk piknik, kalau nggak diajak temen atau acara sekolah dan keluarga, kemungkinan kecil banget buat piknik-piknik gitu. Tapi, sejak aku mengunjungi tempat satu ini, aku langsung betah. Setiap ada kesempatan, aku pasti mampir. Letaknya di pusat Kota Bekasi. 30 menit-an kalau naik motor dari rumahku. Nama tempatnya, Alun-Alun Taman Kota Bekasi.

Pertama kali ke sini aku nggak sengaja, pas mampir Sholat Ashar di Masjid Agung Al Barkah. Karena lapar, aku muter lah cari pengganjel perut. Di seberang masjid banyak banget penjual makanan. Ternyata aku dikagetkan dengan satu gapura besar bertuliskan Taman Kota Bekasi. Hmmm, 'kok aku baru tahu, ya?' 'Baru, ya?' 'Sejak kapan ada Taman begini?' Karena penasaran, masuklah aku ke area taman.
Pintu gerbang Taman Kota
Di dalem taman, aku nemuin banyak area buat istirahat. Tempatnya nyaman dan teduh. Selain orang dewasa, banyak pula anak-anak yang bermain. Beberapa hal yang membuat aku betah adalah adanya fasilitas berikut,

1. Wifi area. Di tengah taman ada saung. Di situ kita bebas deh mau duduk atau tiduran (kalo mau bawa tiker dari rumah) dilengkapi fasilitas wifi pula. Gimana nggak betah, coba?
Wifi area

2. Area bermain anak-anak. Kadang, aku ke sini sama keponakanku. Aku nggak perlu khawatir dia merengek-rengek minta pulang. Soalnya di sini banyak mainannya. Ayunan, perosotan, jungkat-jungkit, dll. Mainannya juga bisa untuk orang dewasa, kok.


Arena Bermain
3.Tempat duduk yang nyaman. Kita bisa pilih di tempat duduk mana yang kita suka. Bawah pohon, dekat air mancur, atau lesehan. Pas banget buat refreshing keluarga yang nggak pingin kena macet jauh-jauh ke luar kota.
Salah satu bangku taman
Bangku taman dekat air mancur


4. Belajar nama-nama pohon. Di sini kita juga bisa mengenal berbagai macam jenis tanaman. Di pohon-pohon besar sudah diberi label nama pohon tersebut. Mirip Kebun Raya Bogor. Kalau ke Bogor aku pasti mampir ke sana.


5. Parkir yang aman. Kita nggak perlu jauh-jauh nyari tempat parkir. Di depan taman udah tersedia tempat parkir. Tenang aja, kendaraan kita aman terkendali. Karena ada tukang parkir yang always stand by.

Penjaga parkir eksis dulu dengan seragamnya

6. Nggak perlu jauh-jauh berjibaku dengan macet. Nah, ini yang paling penting. Di tempat dekat, kita juga bisa piknik, refreshing keluarga yang nggak perlu jauh-jauh ke luar kota. Asal hati senang, pikiran pun tenang.

7. Murah. Untuk masuk area taman, kita nggak megeluarkan kocek sedikit pun. Hanya saja waktunya dibatasi. Ahad hingga Kamis mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Jumat dan Sabtu dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan.

Peraturan di Taman Kota
8. Kuliner yang maknyuuus. Nggak lengkap rasanya kalau piknik tapi nggak makan-makan. Mau makanan berat? Ada. Makanan ringan? Banyak. Tinggal pilih mau yang mana. Apalagi menjelang sore, kita disuguhi makin banyak penjual makanan yang datang. Baik lesehan, duduk-duduk, atau pinggir jalan. Asik, kan?
Aneka jajanan di sekitar taman

9. Tempat ibadah yang nyaman. Mau piknik dari pagi hingga malam? Nggak masalah. Masjid Agung berdiri megah di samping taman. Bisa sepuasnya beribadah tanpa terusik ketenangan.
Masjid Agung Al Barkah Bekasi

Keren, kan? Piknik itu penting. Biar fresh setelah sepekan berjibaku dengan kerjaan. Sekarang, aku nggak perlu bingung ke mana lagi harus refreshing. Tempat terdekat dan termurah yaaa Alun-Alun Taman Kota. Ternyata, piknik itu nggak perlu jauh dan mahal. Asal bisa bikin hati senang dan pikiran tenang, Piknik di Alun-Alun Taman Kota bersama keluarga pun, cukup, kan? 


Selain aku, banyak keluarga yang piknik di taman

04092015


Rabu, 30 September 2015

Gampang Membuat Perkedel

Kamu suka makanan berbahan dasar kentang? Bingung mau bikin apa? Yuk coba aja resep sederhana membuat perkedel lezat. Gampang, kok. Cocok diuji coba buat para chef pemula.


Bahan:
1. Kentang
2. Telur
2. Bawang putih
3. Bawang merah
4. Kemiri
4. Daun bawang
4. Royco / penyedap rasa (bagi yang minat)
5. Garam
6. Gula

Alat:
1. Cobek
2. Hmmm apa lagi ya? Sendok, mangkuk and the gank, lah ^^

Cara pembuatan:
1. Buat bumbu; haluskan1 siung bawang putih, 1 siung bawang merah, kemiri, garam, penyedap rasa jika diinginkan, tambahkan 1 sdm gula.
2. Kupas kentang, potong-potong, kemudian cuci.
3. Goreng kentang ke dalam minyak mendidih.
4. Tumbuk kentang yang sudah digoreng, campur dengan bumbu.
5. Bentuk kentang menjadi oval (bentuk sesuai selera)
6. Masukkan kentang yg sudah berbentuk ke dalam telur.
7. Setelah dilapisi dengan telur, goreng perkedel ke dalam minyak mendidih.


 Taraaa! Perkedel siap dihidangkan.

Perkedel Kentang Ala V Chef


01072015








Allah Mendengarkan Doamu, Bunda

Pagi ini, sebelum pelajaran dimulai, aku sengaja menyampaikan sesuatu kepada anak-anak. Sesuatu yang remeh namun sangat penting untuk diketahui. Sesuatu yang kecil tapi seringkali tak disadari. Pelajaran ini baru saja kuadopsi kemarin, dan aku pikir, anak-anak harus megetahuinya.

Aku diam duduk di depan anakku, siswa-siswi kelas 3A. Kuperhatikan mereka masih asik mengobrol ria dengan teman sebangkunya. Aku tak marah, kubiarkan mereka menyadari sendiri bahwa ada guru di hadapan mereka. 

“Bu Guru mau cerita, tapi kalau kalian masih mengobrol, Bu Guru nggak akan mulai,” kuperhatikan mereka satu persatu. Suasana kelas berangsur hening. 

Aku mulai cerita, sengaja suara tak kukeraskan. Biar mereka belajar merekam sendiri apa yang seharusnya mereka dengar. Tak perlu dipaksa dengan berteriak bahwa aku harus didengarkan.

Ceritaku mengalir. Sebuah fakta yang kuramu menjadi fiksi. Sebut saja kisah inspiratif. Pelan namun pasti, kurangkai ceritaku entah berakhir di mana. Sesekali kuperhatikan wajah serius mereka, namun, banyak pula yang asik dengan dunianya sendiri. Biarlah, aku tak ingin marah. Biar mereka mendengarkanku dengan caranya. Kusampaikan tentang betapa dahsyat ucapan orangtua, ucapan yang menjelma sebuah doa. Ucapan yang mengantarkan kesuksesan atau malapetaka bagi anak-anaknya.



Kisahku berakhir di sebuah alam berbeda. Alam kubur dari seorang anak berbakti  namun pernah membuat orang tuanya sakit hati. Baktinya sia, doa orang tuanya terbawa sampai ia tiada. Namun, kuakhiri cerita ini, dengan sebuah kesimpulan sederhana. Sang anak tetap masuk surga, karena maaf dari orang tuanya. 

“Jadi, Nak ... jangan sampai buat ayah ibu marah, ya! Kalau mereka marah, jangan lupa minta maaf. Terus ... bilang ya sama ayah ibu di rumah, 
‘Ayah ... ibu ... kalau marah, jangan bilang macem-macem, ya. Soalnya, kata Bu Guru, ucapan orangtua itu jadi doa. Aku takut kalau ayah ibu marah, nanti marahin aku pakai kata-kata, terus dikabulin sama Allah’ 

Kutatap wajah mereka satu persatu. Inilah yang ingin ibu sampaikan, Nak. Semoga dengan ini orang tua mereka lebih berhati-hati ketika berbicara, apalagi ketika marah. Allah mendengarnya, sungguh, Dia mendengarnya. Aku diam, sementara anak-anak masih asik dengan dunianya. Aku tersenyum, lucu juga kalau ternyata ceritaku menjadi angin lalu bagi mereka, sudahlah, namanya anak-anak.

Jam menunjukkan pukul 07.30 WIB. Materi pelajaran Al Quran. Sambil mengantri setoran hafalan, anak-anak berinisiatif menulis diary. 

“Bu, boleh nggak Aku nulis diary?” aku senyum. Ternyata sudah beberapa hari ini aku lupa menyuruh mereka menulis diary.

“Iya, boleh.” Beberapa anak mengambil buku diary di lokernya. Sementara aku sibuk dengan menyimak hafalan satu dari mereka.

Selang beberapa menit, Najwa menyerahkan isi diarynya padaku,
“Bu, udah.”

Aku masih menyimak, fokus ke penyetor hafalan. Sementara jariku merespon mengambil diary Najwa. Kulirik sebentar isi diarynya, ada yang membuatku terpana, kubaca lagi isinya, aku senyum, terima kasih, Allah ..., mereka merekamnya. Bukan hanya isinya yang membuatku haru, tapi bahasa pena juga tanda bacanya. Terima kasih, Nak, kamu merekamnya dengan sangat baik.


Diary Najwa, Siswi Kelas 3 A SDIT Al Fatah Bekasi Timur





Jum'at, 1 November 2011

    Dear diary, tadi bu Vita cerita tentang anak yang berbakti kepada orang tua. Mulai hari ini aku ingin lebih berbakti kepada orang tua dan tidak durhaka kepada orang tua.
    Cerita tadi sangat menyedihkan. Ternyata doa orang tua akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Motto: Jangan durhaka kepada orang tua.


“Bagus banget isinya. Kapital titiknya juga betul,” aku senyum, “Nanti ayah bunda baca, ya! Sini Bu Guru foto dulu.” Najwa, tersipu. Ah, wajah polos itu. Wajah yang kelak akan menarik tangan kita ke surga. Bunda, inilah wujud nyata dari doa-doamu ...

Terima kasih, Bunda ... untuk selalu berkata baik bagaimanapun keadaannya.

Gedung Ilmu, 10:11 WIB
Selasa, 12 Nopember 2013 M
9 Muharram 1435 H















Minggu, 27 September 2015

Belajar dari Cihan

Aku lagi suka banget nonton drama Turki di ANTV. Cerita tentang dua puteri yang tertukar. Puteri dari keluarga Cihan Gulpinar yang kaya raya, dan keluarga Gulseren yang miskin papa. CansuHazal.
Ceritanya bukan seperti film kebanyakan yang dramatis dan nggak jelas. Aku suka film ini karena ngeliat pola pendidikan Cihan pada anak-anaknya; Ozan, Cansu, dan Hazal.


Cihan adalah ayah kandung dari Hazal. Sedangkan sejak bayi yang ia rawat adalah Cansu. Perilaku antara Hazal dan Cansu sungguh berbeda 180 derajat. Hazal yang sombong padahal ia tengah hidup di lingkungan miskin papa, dan Cansu yang baik hati lagi pintar meski hidup di keluarga sangat kaya. Saat keduanya mengetahui kenyataan bahwa mereka tertukar, di sinilah konflik banyak terjadi. Dan makin terlihat jelas lah sosok Cihan yang membuat saya jatuh cinta. Laki-laki dewasa yang bertanggung jawab dan bijaksana

.
Cihan Gulpinar


Beberapa sifat Cihan yang wajib ditiru oleh orangtua adalah;

1. Sabar, diam, dan elegan. Ketika marah, Cihan selalu mengatur nada bicaranya. Pelan dan pasti. Cukup tatapan matanya yang menunjukkan bahwa ia marah. Ia menahan emosinya, lebih memilih diam, kemudian pergi.

2. Bertengkar tidak di depan anaknya. Ketika bertengkar dengan istrinya, ia melihat kondisi. Ia tak akan memperlihatkannya di depan anak-anak. Bahkan, dalam keadaan emosi dengan istrinya, dia masih bisa bersikap manis dengan anaknya, "Puteriku sayang, ke kamarmu dulu, ya. Kami ingin berbicara berdua saja." sambil mengusap-usap kepala puterinya.

3. Selalu memuji anaknya. Setiap selesai bicara dengan anaknya, Cihan selalu mengucapkan kata-kata seperti ini "Puteriku yang cantik, kebanggaanku, belahan jiwaku." "Puteraku, tampanku, kebanggaanku, rajaku." Sambil memeluk, menepuk pundak, atau mencium kening.

4. Memeluk dengan penuh cinta. Bahkan dalam keadaan marah, ketika anaknya tak terkendali sikapnya, yang dia lakukan adalah, menutup mulut anaknya dengan telapak tangannya, memeluknya dan menariknya, dan bilang "Diam. Diam. Kamu jangan mempermalukan dirimu sendiri. Kita bicarakan nanti." 

ya p5. Tidak membela yang salah. Ketika anaknya masuk bui. Sikapnya tetap tenang dan elegan. Memproses secara hukum, memperjelas duduk perkara. Menanyakan keadaan korban. Dan tetap bilang pada anaknya, "Iya, Nak. Papa percaadamu." Sambil memeluknya. Tapi, di lain kesempatan, pada saat yang tepat, Cihan berkata lagi pada anaknya, "Kamu tahu ini apa, Nak? Jangan kamu mengulanginya lagi, pergunakanlah hanya untuk membela diri jika perlu. Ingat, kita akan membayar 1 kesalahan kita dengan penyesalan yang panjang. Ingat baik-baik! Berpikirlah sebelum bertindak." Lalu melemparkan pisau kecil itu ke dasar laut.

6. Tau situasi dan kondisi. Cihan tau betul bagaimana bersikap. Dia tidak pernah memuji salah 1 di antara anak-anaknya ketika berkumpul bersama. Dia tidak membedakan mana anak kandung dan mana anak tiri.

7. Tetap tenang sedahsyat apa pun masalahnya. Ketika anaknya hilang Cihan tidak marah. Tidak panik. Yg ditanyakan pertama kali adalah "Apakah Cansu mempunyai uang di ATMnya? " Dia tau betul bahwa anaknya dapat mandiri, bahwa memang uanglah yang pertama kali dibutuhkan selama anaknya pergi. Kemudian dia sigap mencari anaknya. Menelepon polisi. Menyusuri segala tempat dan rekan. 

8. Meski sedang marah, Cihan selalu memanggil putranya, "Putraku ... Bla bla bla.  " Iya, Nak?" "Putraku, jawab! Katakan dengan tulus pada ayahmu, ibumu dan semua orang, kau harus meminta maaf dan jangan mengulangi lagi. "

Hasil gambar untuk cansu hazal
Drama Keluarga CansuHazal
Yah, itu sekelumit rangkumanku. Kalau mau lebih jelas, bisa langsung ikuti acaranya di ANTV setiap pukul 21.00 WIB. 



28092015

Beli Domain Murah dan Mudah

Dear, bloggers. Hari ini, pertama kalinya aku posting di "rumah" baruku. Rasanya haru dan bahagia, masih riweuh mengurus "perabot" apa yang harus aku letakkan di "rumah". Karena memang sengaja aku beli "rumah" kosong untuk membuka lembaran baru. Berhubung aku baru banget beli rumah (baca:domain) com, maka kali ini aku akan share di mana  membeli domain yang mudah dan murah.