Minggu, 27 September 2015

Belajar dari Cihan

Aku lagi suka banget nonton drama Turki di ANTV. Cerita tentang dua puteri yang tertukar. Puteri dari keluarga Cihan Gulpinar yang kaya raya, dan keluarga Gulseren yang miskin papa. CansuHazal.
Ceritanya bukan seperti film kebanyakan yang dramatis dan nggak jelas. Aku suka film ini karena ngeliat pola pendidikan Cihan pada anak-anaknya; Ozan, Cansu, dan Hazal.


Cihan adalah ayah kandung dari Hazal. Sedangkan sejak bayi yang ia rawat adalah Cansu. Perilaku antara Hazal dan Cansu sungguh berbeda 180 derajat. Hazal yang sombong padahal ia tengah hidup di lingkungan miskin papa, dan Cansu yang baik hati lagi pintar meski hidup di keluarga sangat kaya. Saat keduanya mengetahui kenyataan bahwa mereka tertukar, di sinilah konflik banyak terjadi. Dan makin terlihat jelas lah sosok Cihan yang membuat saya jatuh cinta. Laki-laki dewasa yang bertanggung jawab dan bijaksana

.
Cihan Gulpinar


Beberapa sifat Cihan yang wajib ditiru oleh orangtua adalah;

1. Sabar, diam, dan elegan. Ketika marah, Cihan selalu mengatur nada bicaranya. Pelan dan pasti. Cukup tatapan matanya yang menunjukkan bahwa ia marah. Ia menahan emosinya, lebih memilih diam, kemudian pergi.

2. Bertengkar tidak di depan anaknya. Ketika bertengkar dengan istrinya, ia melihat kondisi. Ia tak akan memperlihatkannya di depan anak-anak. Bahkan, dalam keadaan emosi dengan istrinya, dia masih bisa bersikap manis dengan anaknya, "Puteriku sayang, ke kamarmu dulu, ya. Kami ingin berbicara berdua saja." sambil mengusap-usap kepala puterinya.

3. Selalu memuji anaknya. Setiap selesai bicara dengan anaknya, Cihan selalu mengucapkan kata-kata seperti ini "Puteriku yang cantik, kebanggaanku, belahan jiwaku." "Puteraku, tampanku, kebanggaanku, rajaku." Sambil memeluk, menepuk pundak, atau mencium kening.

4. Memeluk dengan penuh cinta. Bahkan dalam keadaan marah, ketika anaknya tak terkendali sikapnya, yang dia lakukan adalah, menutup mulut anaknya dengan telapak tangannya, memeluknya dan menariknya, dan bilang "Diam. Diam. Kamu jangan mempermalukan dirimu sendiri. Kita bicarakan nanti." 

ya p5. Tidak membela yang salah. Ketika anaknya masuk bui. Sikapnya tetap tenang dan elegan. Memproses secara hukum, memperjelas duduk perkara. Menanyakan keadaan korban. Dan tetap bilang pada anaknya, "Iya, Nak. Papa percaadamu." Sambil memeluknya. Tapi, di lain kesempatan, pada saat yang tepat, Cihan berkata lagi pada anaknya, "Kamu tahu ini apa, Nak? Jangan kamu mengulanginya lagi, pergunakanlah hanya untuk membela diri jika perlu. Ingat, kita akan membayar 1 kesalahan kita dengan penyesalan yang panjang. Ingat baik-baik! Berpikirlah sebelum bertindak." Lalu melemparkan pisau kecil itu ke dasar laut.

6. Tau situasi dan kondisi. Cihan tau betul bagaimana bersikap. Dia tidak pernah memuji salah 1 di antara anak-anaknya ketika berkumpul bersama. Dia tidak membedakan mana anak kandung dan mana anak tiri.

7. Tetap tenang sedahsyat apa pun masalahnya. Ketika anaknya hilang Cihan tidak marah. Tidak panik. Yg ditanyakan pertama kali adalah "Apakah Cansu mempunyai uang di ATMnya? " Dia tau betul bahwa anaknya dapat mandiri, bahwa memang uanglah yang pertama kali dibutuhkan selama anaknya pergi. Kemudian dia sigap mencari anaknya. Menelepon polisi. Menyusuri segala tempat dan rekan. 

8. Meski sedang marah, Cihan selalu memanggil putranya, "Putraku ... Bla bla bla.  " Iya, Nak?" "Putraku, jawab! Katakan dengan tulus pada ayahmu, ibumu dan semua orang, kau harus meminta maaf dan jangan mengulangi lagi. "

Hasil gambar untuk cansu hazal
Drama Keluarga CansuHazal
Yah, itu sekelumit rangkumanku. Kalau mau lebih jelas, bisa langsung ikuti acaranya di ANTV setiap pukul 21.00 WIB. 



28092015

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat.

Salam
V
^____^